BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masyarakat yang sedang membangun sebagaimana masyarakat dewasa ini, atau bahkan yang sudah maju sekalipun, senantiasa menuntut berbagai macam kebutuhan. Menurut Moody yang dikutip oleh Jabrohim (1994:12), kebutuhan-kebutuhan yang akan dituntut pada hakikatnya didasarkan atas dua jenis perkembangan, yaitu perkembangan individu dan perkembangan kelompok. Dalam kaitannya dengan masalah tersebut pendidikan memegang peranan penting termasuk di dalamnya pendidikan formal atau biasa disebut pendidikan yang dilaksanakan di satuan pendidikan tertentu.
Menurut Amien yang dikutip oleh Jabrohim (1994:23), tujuan pendidikan secara umum ialah membentuk dan memajukan individu menjadi manusia yang bermanfaat (a fully functioning person). Tujuan tersebut dikorelasikan antara unsur-unsur hakiki manusia yang meliputi cipta, rasa, dan karsa (domain kognitif, afektif, dan psokomotorik) sebagai salah satu mahkluk individu, sosial, dan sebagai makhluk Tuhan.
Terciptanya tujuan pendidikan seperti yang tersebut di atas khususnya dalam dunia pendidikan formal, seperti halnya dengan sekolah, sangat dipengaruhi oleh peran seorang pemimpin. Indikasinya ialah seorang pemimpin tidak lain adalah seorang nahkoda yang akan mengepalai perjalanan sebuah tujuan pendidikan di sekolah yang dia emban.
Hal tersebut biasa disebut kewenangan kepala sekolah untuk mengelolah sekolahnya guna untuk mencapai tujuan pendidikan. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat diharapkan bagi kalangan tenaga pendidik dan kependidikan yang ditangannyalah terletak keemasan anak bangsa.
Namun, perlu dipahami bahwa bagaimanapun cerdasnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tidak terlepas dari peran seorang kepala sekolah. Keterlibatan kepala sekolah sangat penting sebab dia adalah seorang pengambil keputusan dalam kepemimpinannya. Akan tetapi, kecerdasan intelektual seorang kepala sekolah belum cukup untuk menjamin berlangsungnya kepemimpinan.
Keberlangsungan kepemimpinan dapat dilihat dari segi manajemen seorang kepala sekolah. Hal ini diatur dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 13 tahun 2007. Inti dari muatan peraturan tersebut ialah kecakapan seorang kepala sekolah dalam mengelolah kepemimpinannya.
Dalam penulisan makalah ini, penulis mengetengahkan konsep kemampuan manajemen kepala sekolah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh unsur-unsur atau elemen sekolah. Penulis menyusun konsep tersebut atas dasar sebagai jawaban dari rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
Penyusunan makalah ini didasari dengan adanya rumusan masalah yang menjadi bagian terpenting pada pembahasan makalah ini. Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini ialah “Bagaimanakah konsep EMASLIM dalam manajemen kepemimpinan kepala sekolah?”
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah sebagai berikut:
1. Sebagai pemenuhan syarat Seleksi Calon Kepala Sekolah Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Mamuju Utara.
2. Sebagai reverensi dalam pengembangan pengetahuan dasar tentang kepemimpinan kepala sekolah.
D. Manfaat Penulisan
Berdasarkan penulisan makalah ini, penulis merumuskan manfaat yang dapat diperoleh dari makalah tersebut yang terbagi dalam dua bagian yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktikal.
1. Manfaat Teoritis
Adapun manfaat teoritis dari penulisan makalah ini ialah:
1) Sebagai dasar pengetahuan bagi penyusun dan pembaca makalah ini.
2) Sebagai bahan evaluasi, revisi, dan kritik untuk pengembangan makalah ini.
2. Manfaat Praktikal
Sedangkan manfaat secara praktikal ialah:
1) Sebagai bahan panduan untuk pelaksanaan atau penerapan dalam pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah di satuan pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka yang diuraikan dalam penyusunan makalah ini dapat menjadi acuan untuk mendukung dan memperjelas rumusan masalah dalam makalah ini. Adapun tinjauan pustaka dalam makalah ini ialah edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator.
1. Edukator ( pendidik)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 263), mendidik diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan. Pelatihan yang dimaksudkan dalam pengertian ini ialah memberikan ajaran, tuntunan, dan pimpinan. Dalam peran sebagai kepala sekolah di sebuah satuan pendidikan, harus memiliki kompetensi dalam memelihara relasi internal dan eksternal yang dapat menopang sekolah. Memelihara hubungan internal dapat diketahui melalui terciptanya hubungan antara elemen sekolah baik guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Sikap memelihara sangat urgen dalam sebuah kelompok, organisasi, maupun komunitas lainnya. Sedangkan sikap memelihara secara eksternal dapat diketahui melalui hubungan harmonis yang berdasarkan emosional terhadap orang tua peserta didik, pejabat pemerintahan dan penentu kebijakan pendidikan. Hal ini dapat menciptakan keberlangsungan kemajuan pendidikan pada satuan pendidikan atau sekolah.
Memelihara sebuah hubungan tidak dapat dipisahkan antara panutan, ajaran, dan kepemimpinan. Hal ini dapat diketahui bahwa tidak akan tercipta sebuah hubungan apabila konsep dalam kepribadian seorang kepala sekolah tidak baik. Begitupun dengan ajaran yang dimiliki. Seorang kepala sekolah harus mampu memberikan sebuah sumbangsih pemikiran, ide atau gagasan dalam sesuatu hal yang dialami.
2. Manajer
Memimpin bukan hanya menjadi nomor satu dalam sebuah jabatan. Akan tetapi, harus memiliki pengetahuan dalam mengatur jalannya pemerintahan dalam sebuah tugas yang diemban. Manajer yang dimaksudkan disini kaitannya dengan kepemimpinan kepala sekolah ialah mampu menyusun program perencanaan yang akan dilaksanakan, baik dari program pendek maupun program panjang.
Kepamampuan manajerial lainnya ialah mampu memimpin jalannya organisasi sekolah melalui pemberdayaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh elemen sekolah. Elemen sekolah yang dimaksudkan ialah guru, staf TU, peserta didik, dan lainnya. Pemberdayaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh elemen sekolah tersebut bertujuan untuk menjawab tantangan dari segala kebijakan dan perubahan yang dihadapi. Selain itu, juga perubahan kurikulum, pendanaan sekolah, kemajuan teknologi, dan informasi. Kepala sekolah setidaknya tanggap dengan persoalan yang akan dihadapi hal ini demi keberlangsungan jalannya keorganisasian sekolah.
Kemampuan manajer juga ditandai dengan adanya kemampuan motivasi yang tinggi agar tidak mudah menyerah terhadap masalah yang dihadapi. Selain motivasi, kewirausahaan juga harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sebab wirausaha berguna untuk memproduksi jasa atau sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.
3. Administrator
Administrator dapat diartikan sebagai orang yang menjadi inspiratif dan reverensial dalam pelaksanaan proses. Inspiratif diartikan sebagai pemberi ide, kebijakan, dan panutan dalam suatu urusan masalah. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai penata usaha dalam menjalankan kepemimpinan.
Selain inspiratif, kepala sekolah pun dapat menjadi reverensial. Setiap kebijakan yang terjadi anggota atau bawahan dapat melakukan komunikasi atau diskusi dengan kepala sekolah untuk mencari jawaban atau solusi terhadap masalah akibat timbulnya kebijakan.
4. Supervisor
` Kemampuan selanjutnya ialah supervisor. Segala hal yang berjalan di sebuah sekolah baik proses pembelajaran maupun lainnya, seorang kepala sekolah mampu menjadi pengawas utama dalam aktivitas tersebut. Pengawasan utama yang mutlak dilakukan oleh kepala sekolah dimaksudkan agar dapat melihat sejauh mana program berjalan, apa masalah yang dihapai oleh elemen sekolah, dan bagaimana cara menyelesaikan dan menindaklanjuti masalah yang dihadapi.
Pengawasan ini dijadikan sebagai alat evaluasi dalam menjalankan organisasi yang sekaligus akan dapat berpengaruh terhadap suasana atau iklim yang kondusif, efesien, dan nyaman dalam segala aktivitas yang berlangsung di suatu sekolah.
5. Leader
Pada aspek ini, kepala sekolah dikehendaki untuk memiliki sikap kepribadian yang dapat dicontoh oleh unsur elemen sekolah. Hal ini kepribadian erat kaitannya dengan leader atau kepemimpinan. Dalam suatu sekolah, sangat ditentukan peran seorang kepala sekolah. Apabila perannya sebagai pemimpin di antara elemen sekolah bersikap baik dan bijak, maka elemen sekolah akan terasa baik. Aspek leader memiliki beberapa indikator yaitu berakhlak mulia, memiliki integritas kepemimpinan, memiliki keinginan untuk mengembangkan dan memajukan sekolah, bersikap terbuka dalam menjalan tugas pokok kepala sekolah, dan memiliki minat dan bakat dalam jabatan kepemimpinan kepala sekolah.
Dari indikator di atas dapat simpulkan bahwa sikap leader adalah hal yang terpenting dalam kepemimpinan kepala sekolah untukmengelolah sekolah.
6. Inovator
Innovator diartikan sebagai pembaharu dalam manajemen kepemimpinan. Kepala sekolah menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi guru, tenaga kependidikan lainnya, peserta didik, dan elemen sekolah. Unsur yang hebat dari manusia adalah kemampuannya untuk belajar dari pengalaman orang lain. Sehingga kepala sekolah yang notabene adalah pemimpin dalam suatu sekolah harus memiliki pengalaman untuk menjembatani aktivitas di sekolah.
Sehubungan dengan itu, inovator diartikan sebagai orang yang memperkenalkan dengan gagasan, metode, yang bersifat baru (KBBI: 435). Untuk menjadi seorang inovator haruslah memiliki pengalaman. Pengalaman erat hubungannnya dengan innovator sebab tidak akan tercipta suasana baru apabila tidak didasari adanya eksperimen yang berdasarkan pengalaman.
Kepala sekolah yang berperan menjadi inovator akan memicu tumbuh dan berkembangnya sebuah usaha yang akan mencapai pada proses kreativitas oleh elemen sekolah.
7. Motivator
Sebagus apapun sebuah usaha yang telah dilakukan namun tidak ada dorongan dari kepala sekolah, akan menghasilkan suasana yang tidak efesien. Dorongan atau motivasi sangatlah dibutuhkan dalam aktivitas yang dilaksanakan. Motivasi yang diberikan oleh pimpinan kepada bawahannya akan menjadi hal penting dan berharga, sebab secara sikologi bawahan akan merasa didukung oleh pimpinannya dalam melakukan aktivitas yang dilaksanakan.
Dalam kaitannya dengan manajemen kepemimpinan, kepala sekolah memberikan ruang gerak kepada bawahan untuk berekspresi, kreatif, dan inovatif terhadap kemajuan sekolah.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Edukator, Manajemen, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator, dan Motivator yang disingkat dengan EMASLIM adalah bagian yang terpenting di dalam kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini tertuang dalam Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar kompetensi kepala sekolah.
Dalam usaha menjalankan kepemimpinan suatu sekolah yang produktif, terbuka, bertanggungjawab, dan berprestasi, EMASLIM adalah jawaban dari segala persoalan yang dihadapi sekolah dewasa ini khususnya Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat. Kepala sekolah akan menjadi aktor terbaik dalam sejarah kepemimpinannya apabila berpegang teguh pada prinsip EMASLIM.
B. Saran
Segala kekurangan yang terdapat di dalam penyusunan makalah ini, menjadi bagian terpenting dalam suatu pengembangan lebih lanjut terhadap penyempurnaan makalah ini. Sehingga kritik dan sarannya menjadi hal yang konstruktif untuk keberlanjutan penyempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa E. 2008: Menjadi Guru Profesional: Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun. 2000: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Jakarta: Balai Pustaka.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masyarakat yang sedang membangun sebagaimana masyarakat dewasa ini, atau bahkan yang sudah maju sekalipun, senantiasa menuntut berbagai macam kebutuhan. Menurut Moody yang dikutip oleh Jabrohim (1994:12), kebutuhan-kebutuhan yang akan dituntut pada hakikatnya didasarkan atas dua jenis perkembangan, yaitu perkembangan individu dan perkembangan kelompok. Dalam kaitannya dengan masalah tersebut pendidikan memegang peranan penting termasuk di dalamnya pendidikan formal atau biasa disebut pendidikan yang dilaksanakan di satuan pendidikan tertentu.
Menurut Amien yang dikutip oleh Jabrohim (1994:23), tujuan pendidikan secara umum ialah membentuk dan memajukan individu menjadi manusia yang bermanfaat (a fully functioning person). Tujuan tersebut dikorelasikan antara unsur-unsur hakiki manusia yang meliputi cipta, rasa, dan karsa (domain kognitif, afektif, dan psokomotorik) sebagai salah satu mahkluk individu, sosial, dan sebagai makhluk Tuhan.
Terciptanya tujuan pendidikan seperti yang tersebut di atas khususnya dalam dunia pendidikan formal, seperti halnya dengan sekolah, sangat dipengaruhi oleh peran seorang pemimpin. Indikasinya ialah seorang pemimpin tidak lain adalah seorang nahkoda yang akan mengepalai perjalanan sebuah tujuan pendidikan di sekolah yang dia emban.
Hal tersebut biasa disebut kewenangan kepala sekolah untuk mengelolah sekolahnya guna untuk mencapai tujuan pendidikan. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat diharapkan bagi kalangan tenaga pendidik dan kependidikan yang ditangannyalah terletak keemasan anak bangsa.
Namun, perlu dipahami bahwa bagaimanapun cerdasnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tidak terlepas dari peran seorang kepala sekolah. Keterlibatan kepala sekolah sangat penting sebab dia adalah seorang pengambil keputusan dalam kepemimpinannya. Akan tetapi, kecerdasan intelektual seorang kepala sekolah belum cukup untuk menjamin berlangsungnya kepemimpinan.
Keberlangsungan kepemimpinan dapat dilihat dari segi manajemen seorang kepala sekolah. Hal ini diatur dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 13 tahun 2007. Inti dari muatan peraturan tersebut ialah kecakapan seorang kepala sekolah dalam mengelolah kepemimpinannya.
Dalam penulisan makalah ini, penulis mengetengahkan konsep kemampuan manajemen kepala sekolah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh unsur-unsur atau elemen sekolah. Penulis menyusun konsep tersebut atas dasar sebagai jawaban dari rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
Penyusunan makalah ini didasari dengan adanya rumusan masalah yang menjadi bagian terpenting pada pembahasan makalah ini. Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini ialah “Bagaimanakah konsep EMASLIM dalam manajemen kepemimpinan kepala sekolah?”
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah sebagai berikut:
1. Sebagai pemenuhan syarat Seleksi Calon Kepala Sekolah Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Mamuju Utara.
2. Sebagai reverensi dalam pengembangan pengetahuan dasar tentang kepemimpinan kepala sekolah.
D. Manfaat Penulisan
Berdasarkan penulisan makalah ini, penulis merumuskan manfaat yang dapat diperoleh dari makalah tersebut yang terbagi dalam dua bagian yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktikal.
1. Manfaat Teoritis
Adapun manfaat teoritis dari penulisan makalah ini ialah:
1) Sebagai dasar pengetahuan bagi penyusun dan pembaca makalah ini.
2) Sebagai bahan evaluasi, revisi, dan kritik untuk pengembangan makalah ini.
2. Manfaat Praktikal
Sedangkan manfaat secara praktikal ialah:
1) Sebagai bahan panduan untuk pelaksanaan atau penerapan dalam pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah di satuan pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka yang diuraikan dalam penyusunan makalah ini dapat menjadi acuan untuk mendukung dan memperjelas rumusan masalah dalam makalah ini. Adapun tinjauan pustaka dalam makalah ini ialah edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator.
1. Edukator ( pendidik)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 263), mendidik diartikan sebagai memelihara dan memberi latihan. Pelatihan yang dimaksudkan dalam pengertian ini ialah memberikan ajaran, tuntunan, dan pimpinan. Dalam peran sebagai kepala sekolah di sebuah satuan pendidikan, harus memiliki kompetensi dalam memelihara relasi internal dan eksternal yang dapat menopang sekolah. Memelihara hubungan internal dapat diketahui melalui terciptanya hubungan antara elemen sekolah baik guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Sikap memelihara sangat urgen dalam sebuah kelompok, organisasi, maupun komunitas lainnya. Sedangkan sikap memelihara secara eksternal dapat diketahui melalui hubungan harmonis yang berdasarkan emosional terhadap orang tua peserta didik, pejabat pemerintahan dan penentu kebijakan pendidikan. Hal ini dapat menciptakan keberlangsungan kemajuan pendidikan pada satuan pendidikan atau sekolah.
Memelihara sebuah hubungan tidak dapat dipisahkan antara panutan, ajaran, dan kepemimpinan. Hal ini dapat diketahui bahwa tidak akan tercipta sebuah hubungan apabila konsep dalam kepribadian seorang kepala sekolah tidak baik. Begitupun dengan ajaran yang dimiliki. Seorang kepala sekolah harus mampu memberikan sebuah sumbangsih pemikiran, ide atau gagasan dalam sesuatu hal yang dialami.
2. Manajer
Memimpin bukan hanya menjadi nomor satu dalam sebuah jabatan. Akan tetapi, harus memiliki pengetahuan dalam mengatur jalannya pemerintahan dalam sebuah tugas yang diemban. Manajer yang dimaksudkan disini kaitannya dengan kepemimpinan kepala sekolah ialah mampu menyusun program perencanaan yang akan dilaksanakan, baik dari program pendek maupun program panjang.
Kepamampuan manajerial lainnya ialah mampu memimpin jalannya organisasi sekolah melalui pemberdayaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh elemen sekolah. Elemen sekolah yang dimaksudkan ialah guru, staf TU, peserta didik, dan lainnya. Pemberdayaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh elemen sekolah tersebut bertujuan untuk menjawab tantangan dari segala kebijakan dan perubahan yang dihadapi. Selain itu, juga perubahan kurikulum, pendanaan sekolah, kemajuan teknologi, dan informasi. Kepala sekolah setidaknya tanggap dengan persoalan yang akan dihadapi hal ini demi keberlangsungan jalannya keorganisasian sekolah.
Kemampuan manajer juga ditandai dengan adanya kemampuan motivasi yang tinggi agar tidak mudah menyerah terhadap masalah yang dihadapi. Selain motivasi, kewirausahaan juga harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah sebab wirausaha berguna untuk memproduksi jasa atau sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.
3. Administrator
Administrator dapat diartikan sebagai orang yang menjadi inspiratif dan reverensial dalam pelaksanaan proses. Inspiratif diartikan sebagai pemberi ide, kebijakan, dan panutan dalam suatu urusan masalah. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai penata usaha dalam menjalankan kepemimpinan.
Selain inspiratif, kepala sekolah pun dapat menjadi reverensial. Setiap kebijakan yang terjadi anggota atau bawahan dapat melakukan komunikasi atau diskusi dengan kepala sekolah untuk mencari jawaban atau solusi terhadap masalah akibat timbulnya kebijakan.
4. Supervisor
` Kemampuan selanjutnya ialah supervisor. Segala hal yang berjalan di sebuah sekolah baik proses pembelajaran maupun lainnya, seorang kepala sekolah mampu menjadi pengawas utama dalam aktivitas tersebut. Pengawasan utama yang mutlak dilakukan oleh kepala sekolah dimaksudkan agar dapat melihat sejauh mana program berjalan, apa masalah yang dihapai oleh elemen sekolah, dan bagaimana cara menyelesaikan dan menindaklanjuti masalah yang dihadapi.
Pengawasan ini dijadikan sebagai alat evaluasi dalam menjalankan organisasi yang sekaligus akan dapat berpengaruh terhadap suasana atau iklim yang kondusif, efesien, dan nyaman dalam segala aktivitas yang berlangsung di suatu sekolah.
5. Leader
Pada aspek ini, kepala sekolah dikehendaki untuk memiliki sikap kepribadian yang dapat dicontoh oleh unsur elemen sekolah. Hal ini kepribadian erat kaitannya dengan leader atau kepemimpinan. Dalam suatu sekolah, sangat ditentukan peran seorang kepala sekolah. Apabila perannya sebagai pemimpin di antara elemen sekolah bersikap baik dan bijak, maka elemen sekolah akan terasa baik. Aspek leader memiliki beberapa indikator yaitu berakhlak mulia, memiliki integritas kepemimpinan, memiliki keinginan untuk mengembangkan dan memajukan sekolah, bersikap terbuka dalam menjalan tugas pokok kepala sekolah, dan memiliki minat dan bakat dalam jabatan kepemimpinan kepala sekolah.
Dari indikator di atas dapat simpulkan bahwa sikap leader adalah hal yang terpenting dalam kepemimpinan kepala sekolah untukmengelolah sekolah.
6. Inovator
Innovator diartikan sebagai pembaharu dalam manajemen kepemimpinan. Kepala sekolah menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam kehidupan yang bermakna bagi guru, tenaga kependidikan lainnya, peserta didik, dan elemen sekolah. Unsur yang hebat dari manusia adalah kemampuannya untuk belajar dari pengalaman orang lain. Sehingga kepala sekolah yang notabene adalah pemimpin dalam suatu sekolah harus memiliki pengalaman untuk menjembatani aktivitas di sekolah.
Sehubungan dengan itu, inovator diartikan sebagai orang yang memperkenalkan dengan gagasan, metode, yang bersifat baru (KBBI: 435). Untuk menjadi seorang inovator haruslah memiliki pengalaman. Pengalaman erat hubungannnya dengan innovator sebab tidak akan tercipta suasana baru apabila tidak didasari adanya eksperimen yang berdasarkan pengalaman.
Kepala sekolah yang berperan menjadi inovator akan memicu tumbuh dan berkembangnya sebuah usaha yang akan mencapai pada proses kreativitas oleh elemen sekolah.
7. Motivator
Sebagus apapun sebuah usaha yang telah dilakukan namun tidak ada dorongan dari kepala sekolah, akan menghasilkan suasana yang tidak efesien. Dorongan atau motivasi sangatlah dibutuhkan dalam aktivitas yang dilaksanakan. Motivasi yang diberikan oleh pimpinan kepada bawahannya akan menjadi hal penting dan berharga, sebab secara sikologi bawahan akan merasa didukung oleh pimpinannya dalam melakukan aktivitas yang dilaksanakan.
Dalam kaitannya dengan manajemen kepemimpinan, kepala sekolah memberikan ruang gerak kepada bawahan untuk berekspresi, kreatif, dan inovatif terhadap kemajuan sekolah.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Edukator, Manajemen, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator, dan Motivator yang disingkat dengan EMASLIM adalah bagian yang terpenting di dalam kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini tertuang dalam Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar kompetensi kepala sekolah.
Dalam usaha menjalankan kepemimpinan suatu sekolah yang produktif, terbuka, bertanggungjawab, dan berprestasi, EMASLIM adalah jawaban dari segala persoalan yang dihadapi sekolah dewasa ini khususnya Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat. Kepala sekolah akan menjadi aktor terbaik dalam sejarah kepemimpinannya apabila berpegang teguh pada prinsip EMASLIM.
B. Saran
Segala kekurangan yang terdapat di dalam penyusunan makalah ini, menjadi bagian terpenting dalam suatu pengembangan lebih lanjut terhadap penyempurnaan makalah ini. Sehingga kritik dan sarannya menjadi hal yang konstruktif untuk keberlanjutan penyempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa E. 2008: Menjadi Guru Profesional: Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tim Penyusun. 2000: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Jakarta: Balai Pustaka.
2021 Escape Titanium - the best Escape Titanium! - TITanium
BalasHapusThe Best Escape Titanium Games Online for Fun. Escape Titanium. Play titanium trim hair cutter reviews over gr5 titanium 40 titanium easy flux 125 free casino titanium properties slots games thinkpad x1 titanium including Megaways,
l086e5filfb756 wholesale sex toys,women sexy toys,Discreet Vibrators,vibrators,adult sex toys,Clitoral Vibrators,glass dildos,adult sex toys,sex dolls k343t7lpqqy688
BalasHapusx723e0nglam870 cheap sex toys,sex toys,Wand Massagers,horse dildo,g-spot dildos,male sex dolls,sex doll,dildos,custom sex doll a354u1eilff728
BalasHapus